Barclays membatalkan pemotongan cabang saat manajer bank kembali bekerja

Sabtu 04 April 2026 16.20
| Diperbarui:

Sabtu 04 April 2026 16:21

Maru mengatakan bank akan menggabungkan layanan digital dengan dukungan tatap muka

Barclays berencana untuk memperluas kehadirannya di jalan raya dan menghidupkan kembali peran “manajer bank” setelah bertahun-tahun penutupan cabang yang cepat.

Kepala eksekutif bank tersebut di Inggris, Vim Maru, mengatakan kepada Times pada hari Sabtu bahwa Barclays akan meningkatkan jaringan cabangnya melebihi 206 lokasi yang ada saat ini, setelah menghentikan program yang menyebabkan bank tersebut menutup sekitar 80 persen cabangnya sejak tahun 2019.

Maru mengatakan bank berupaya menggabungkan layanan digital dengan dukungan tatap muka, seiring dengan semakin ketatnya persaingan dari penantang berbasis aplikasi seperti Revolut dan Wise, yang telah berkembang di pasar rekening giro.

“Apa yang kami coba lakukan adalah sesuatu yang memungkinkan kami untuk tampil berbeda di depan pelanggan kami,” katanya, seraya menambahkan bahwa pelanggan tidak akan “terjebak dalam chatbot” ketika mencoba mengakses bantuan.

Barclays juga mengembalikan jabatan tradisional, termasuk “manajer bank”, yang mencerminkan apa yang digambarkan Maru sebagai permintaan pelanggan akan peran yang lebih jelas dan akrab ketika mengunjungi cabang.

Langkah ini dilakukan setelah kemunduran selama satu dekade dari sektor perbankan Inggris, dengan hampir 3.700 cabang ditutup sejak tahun 2016, dengan pemberi pinjaman menutup rata-rata delapan lokasi dalam seminggu.

Barclays sendiri menutup lebih dari 1.200 lokasi selama periode tersebut, bersamaan dengan pemotongan signifikan yang dilakukan oleh para pesaingnya termasuk NatWest, Lloyds Banking Group, dan HSBC.

Laju penutupan bank telah menyebabkan munculnya apa yang disebut ‘gurun perbankan’, yaitu akses terhadap layanan perbankan fisik menjadi semakin terbatas, terutama bagi nasabah yang rentan dan bisnis yang bergantung pada uang tunai.

Penantang digital semakin berkembang

Keputusan Barclays untuk membuka kembali cabang dan berinvestasi di lokasi fisik mencerminkan penilaian ulang yang lebih luas dalam sektor ini, karena pemberi pinjaman tradisional merespons tekanan politik dan ancaman persaingan.

Bank-bank yang mengutamakan digital telah meraih pangsa pasar yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di kalangan nasabah muda dan usaha kecil.

Menurut British Business Bank, pemberi pinjaman Challenger kini menyumbang sekitar 60 persen dari pinjaman bruto kepada UKM, sementara bank-bank terkemuka telah berupaya untuk mendapatkan kembali kekuatan mereka.

Maru mengatakan Barclays menargetkan pelanggan ritel dan bisnis yang sedang berkembang, yang menurutnya masih menghargai interaksi tatap muka dibandingkan dengan alat digital.

Bank juga terus berinvestasi pada teknologi dan AI untuk menyederhanakan proses dan mengurangi waktu administrasi.

Pengajuan hipotek, misalnya, kini dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 15 menit, turun dari sebelumnya 45 menit, setelah adanya peningkatan pada sistem bank.

Pada saat yang sama, Barclays mempertahankan keterlibatannya dalam hub perbankan bersama yang dioperasikan melalui Kantor Pos, yang memungkinkan nasabah dari beberapa bank mengakses layanan dasar di satu lokasi.

Pusat-pusat ini telah memproses ratusan juta transaksi dalam beberapa tahun terakhir seiring menurunnya jumlah cabang.

Maru tidak mengatakan berapa banyak cabang baru yang akan dibuka, namun mengindikasikan bahwa cabang tersebut akan menjadi tambahan pada jaringan yang sudah ada dan bukan pengganti.

Strategi ini merupakan bagian dari dorongan yang lebih luas dari kepala eksekutif grup Barclays CS Venkatakrishnan untuk meningkatkan investasi di Inggris, dengan rencana untuk mengerahkan £30 miliar antara tahun 2024 dan 2026.

Meskipun ada spekulasi mengenai potensi akuisisi di sektor ini, Maru mengatakan fokusnya tetap pada pertumbuhan organik.

PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch